18 Hal yang Harus dilakukan Setelah Root Android, No 7 Penting Banget!

Setelah smartphone Android diroot, terkadang kita bingung harus melakukan apa. Mau coba ini takut salah, mau coba itu takut rusak. Tapi kalau tidak dicoba berasa ada yang kurang. Dilema banget kan ya?

Hal-hal yang harus kamu lakukan setelah HP Android diroot sebenarnya tidak terlalu ribet. Asal kamu tahu caranya, HP Android kesayanganmu malah bisa tambah ngebut performanya.

Namun sebelum kita membahas lebih jauh, temen-temen sudah tahu root belum?

Kalau belum tahu, mari kita bahas dulu secara singkatnya.

Root Android bisa kita artikan sebagai pembuka atau pintu masuk untuk memodifikasi smartphone ke tingkatan yang lebih tinggi dimana pengguna bisa mengakses sistem yang sebelumnya tidak bisa dibuka.

Dengan begitu, pengguna bisa memanfaatkan hal ini untuk melakukan berbagai hal yang lebih mengasyikkan. Pengguna bisa mengubah partisi/data maupun menginstall aplikasi pihak ketiga untuk memodifikasi sistem yang lebih mutakhir. Jadi, sistem dan beberapa konfigurasi yang digunakan bisa diupgrade ke versi yang lebih canggih dibanding sebelumnya.

Banyak yang bilang root merusak Android, apa benar?


Tentu saja tidak. Asalkan step-by-step yang dilakukan benar, maka kecil kemungkinannya HP Android menjadi rusak.

Meski mungkin saja terjadi kerusakan, namun kamu masih bisa meminimalisirnya. Sebelum kamu root smartphone, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis ponsel, model, vmware dan cara rootnya.

Kalau kamu sudah memiliki pengetahuan seputar root, maka silahkan saja lakukan. Jika masih ragu, minta bantuan teman yang sudah sering root HP Android atau datang ke service center terdekat.

Benarkah root Android bisa menghilangkan garansi resmi?


Ya iya, ini sudah hukum alam. Standarnya memang begitu.

Jadi, pertimbangkan baik-baik apakah tetap mau diroot atau tidak. Kalau HP Androidmu masih baru, sebaiknya gunakan sistem default saja. Jangan diubah-ubah.

Sebaliknya bila HP milikmu itu bekas atau sudah habis masa garansinya, kamu bisa melakukan root sesuka hati (jika memang dibutuhkan).

Apa root akan menghapus data-data pada HP Android?


Tidak. Perlu kamu tahu, proses rooting tidak ada hubungannya dengan data pada smartphone atau mereset settingan. Sederhananya, rooting itu seperti menanamkan sesuatu pada sistemnya semisal Busy Box dan beberapa file root lainnya. Jadi, tidak mengubah atau menghapus.

Bagaimana cara root smartphone Android? Susah kah?


Secara umum, saat ini ada dua jenis cara root smartphone Android, dimana bisa menggunakan bantuan PC/Laptop dan tanpa PC (hanya menggunakan smartphone itu sendiri).

Untuk melakukan root Android dengan PC, kita harus mempersiapkan alat tempurnya terlebih dahulu seperti kabel data, driver smartphone, aplikasi root pada PC, file root dan smartphone itu sendiri.

Sedangkan root Android tanpa PC jauh lebih mudah dan praktis. Cukup install aplikasi root yang terpercaya, jalankan dan atur sesuai keinginan. Biasanya sebelum diroot, aplikasi akan memberitahu kita apakah smartphonenya bisa diroot atau tidak.

Karena pada dasarnya, aplikasi semacam ini memiliki fitur yang terbatas. Tidak semua jenis smartphone bisa diroot menggunakan aplikasi ini.

Catatan : Aplikasi root yang baik biasanya memberitahu smartphonenya bisa diroot atau tidak, kalau tidak ada pemberitahuan semacam itu sebaiknya pertimbangkan kembali. Memang tidak semuanya begitu, tapi untuk jaga-jaga saya rasa hal ini penting untuk diwaspadai.

Apa yang harus dilakukan setelah root Android?


Pengguna yang melakukan root pada sistem Android tentu ada maksud dan tujuannya. Perlu diketahui, root itu berbeda dengan reset ulang.

Kalau reset ulang kita mengembalikan smartphone ke kondisi pabrik sedangkan root hanya menambahkan file ke dalam sistem supaya bisa mendapat hak akses terhadap banyak hal.

1. Periksa Root Android

Setelah selesai melakukan root Android, kamu harus memeriksa terlebih dahulu status root-nya. Pastikan smartphone Androidmu benar-benar berhasil diroot.

Ada beberapa cara untuk memeriksa root di Android, namun yang paling praktis yaitu dengan menginstall aplikasi yang membutuhkan root. Kalau aplikasinya bisa diinstall dan dijalankan, maka root sudah berhasil. Jika tidak, maka kemungkinan besar ada yang salah saat kamu melakukan rooting.

2. Instal CWM (Clockworksmod Recovery) atau TWRP

CWM merupakan sistem Custom Recovery. Dengan menginstall ini, maka sistem Recovery Asli Android akan digantikan oleh CWM.

Keunggulan dari install CWM yaitu bisa flash file ZIP tanpa bantuan komputer, mengelola cache partition, melakukan backup data Android, dan masih banyak lagi.

Selain CWM, alternatif lain yang bisa digunakan yaitu TWRP.

3. Hapus Aplikasi Bawaan yang Kurang Berfaedah


Reset ulang memang akan membuat performa smartphone lebih kencang, namun setelah menginstall aplikasi penting lainnya, bisanya smartphone akan menjadi lemot kembali.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika kita melakukan root supaya performa smartphone lebih cepat meski nantinya akan diinstall banyak aplikasi.

Dengan root, kita bisa menghapus berbagai aplikasi bawaan (bloatware) yang kurang berfaedah atau mengganti aplikasi berat dengan yang lebih ringan.
Aplikasi bawaan (bloatware) itu seperti kalender, daftar kontak, browser default dan Google Play.
Coba gunakan saja Titanium Backup. Dengan aplikasi ini, kamu bisa menghapus aplikasi bawaan dengan mudah. Keunggulan lainnya, aplikasi ini bisa melakukan backup data, freezing apps, memindahkan aplikasi ke sistem atau memori SD Card, dan lain sebagainya.

Selain itu, kamu juga bisa install “Root Explorer” atau “Uninstall Master” yang konsepnya mirip seperti Titanium Backup. Untuk Root Explorer sendiri, kita bisa sangat dimudahkan saat mengelola file mulai dari menyalin atau memindahkan sesuatu.

Supaya performa semakin ngebut, kamu juga bisa menggunakan aplikasi Tweak.

Intinya sih, coba-coba saja dulu. Kalau cocok ya sikat!

4. Ubah Tampilan Menjadi Lebih Ciamik

Setelah HP Android diroot, kamu juga bisa mengubah tampilan dengan lebih leluasa. Ada banyak hal yang dapat kamu lakukan mulai dari perubahan kecil hingga perubahan tampilan skala besar.

Dalam hal ini, kamu bisa gunakan Xposed Framework Installer. Aplikasi ini akan membantumu untuk mengubah desain tampilan smartphone mulai dari tingkat dasar hingga yang ekstrem (benar-benar beda).

Bisa mengubah animasi booting atau saat Android dimatikan, icon baterai, icon charger, widget, background, tema, tombol, bar dan lain sebagainya.

5. Ubah Font Secara Menyeluruh

Masih berhubungan dengan desain, kamu juga bisa mengganti semua format tulisan sesuai font yang diinginkan. Setelah Android diroot, kamu bisa memakai iFont yang fitur-fiturnya sudah cukup komplit.

6. Upgrade OS Android Agar Lebih Up-to-date

Dengan root, smartphonemu jadi bisa upgrade OS ke jenjang yang lebih tinggi. Semisal smartphonemu mentok di OS Lollipop dari vendor, maka dengan root smartphonemu bisa diupgrade ke jenjang yang lebih tinggi menggunakan cara custom ROM. Asalkan smartphone mendukung custom ROM, maka hal ini masih bisa dilakukan.

Efeknya? Tentu saja smartphonemu terasa lebih smooth ketika digunakan. Namun pastikan juga, OS yang diupgrade masih dalam jangkauan. Jangan dari OS JellyBean terus upgrade hingga Nougat, rasa-rasanya malah akan membebani sistem itu sendiri. Bukannya untung, bisa jadi malah buntung.

Coba gunakan aplikasi Unlock Bootloader untuk upgrade versi OS. Model Android seperti Sony Xperia biasanya membutuhkan unlock bootloader terlebih dahulu supaya bisa upgrade OS. Beberapa merk lain juga bisa menggunakan aplikasi ini, lebih jelasnya lihat saja detail aplikasinya di Playstore / tempat aplikasi diunduh.

7. Flash Custom ROM

Supaya Android lebih menghibur dan interaktif setelah diroot, ada baiknya jika kamu menginstall Custom ROM. Berbagai hal juga bisa kita lakukan jika smartphone sudah support custom ROM.

8. Hack Aplikasi

Dengan root, kamu bisa hack aplikasi sesuai keinginanmu. Sayangnya, kamu harus paham terlebih dahulu cara-caranya. Pahami juga risiko yang akan kamu dapatkan dengan hack aplikasi.

9. Main game HD

Selain bisa mendapat hak akses yang lebih banyak, Android yang sudah diroot juga bisa dimainkan untuk game kualitas HD meski hasilnya ‘mayoritas’ ditentukan oleh kualitas layar dan spek smartphonemu. Paling sekian persenlah peningkatannya, cukup setting beberapa konfigurasi saja maka game HD ready untuk dimainkan.

10. Overclock


Overclock bukan hanya ditujukan untuk PC saja, Android juga bisa.

Dengan teknik ini, perangkat Androidmu bisa menjadi lebih cepat kinerjanya. Sayangnya, overclock ini tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang.

Kalau masih pemula sebaiknya jangan lakukan hal ini. Bila caranya salah ‘sedikit saja’ maka Android-mu bisa cepat panas dan ujung-ujungnya akan rusak. Jadi, hati-hati ya!

11. Tingkatkan Kinerja dan Kapasitas RAM

Meningkatkan kapasitas RAM yang dimaksud yaitu mengubah partisi kartu SD menjadi memori RAM tambahan. Dengan strategi ini, performa Android bisa jadi lebih ngebut dibanding sebelumnya.

12. Tambah Penyimpanan Internal

Memori penyimpanan internal yang rendah biasanya ada pada smartphone dengan spek low-end. Kalau memori internal digunakan untuk menyimpan berbagai aplikasi chatting dan sosial media (FB, WA, Instagram, BBM, Line) maka biasanya smartphone akan sedikit lemot.

Dengan melakukan root, kamu bisa mengatasi permasalahan ini. Tinggal oprek sedikit, penyimpanan internal jadi bisa lebih longgar.

13. Blokir iklan


Kalau HP Android sudah diroot, kamu bisa memblokir iklan yang kerap muncul pada Youtube atau situs tertentu.

14. Pasang Terminal Emulator


Selain membantu menjalankan program, terminal emulator juga memiliki segudang fitur menarik untuk smartphone yang telah di root. Misalnya bisa menuju Recovery dengan lebih cepat, menjalankan Open VPN, menjalankan ffmpeg dan hal-hal keren lainnya yang berhubungan dengan sistem Android.

15. Tingkatkan Suara


Sehabis diroot, kamu juga bisa memaksimalkan kualitas suara pada smartphone Androidmu. Meski dampaknya tidak begitu terasa, namun sepertinya hal semacam ini layak untuk kamu coba.

Kamu bisa meningkatkan hasil output suara saat mendengarkan audio entah itu melalui speaker atau headset dengan bantuan aplikasi seperti Viper4Android.

Biasanya root pada android sejatinya adalah cara pertama untuk mengoptimalkan kinerja ponsel, meski itu tergantung pada usernya sendiri-sendiri.

16. Restart Android Minimal 1 Kali dalam 24 jam

Smartphone Android yang diroot mungkin akan terasa lebih kencang performanya, namun CPU juga akan bekerja lebih keras. Di awal-awal mungkin hal ini yang akan terjadi, untuk itu sebaiknya istirahatkan sejenak smartphonemu selama beberapa menit (jangan non-stop) atau restart minimal sekali dalam 24 jam.

17. Install Aplikasi Pembersih File untuk Memaksimalkan Kinerja

Supaya kinerjanya lebih cepat, kamu bisa gunakan aplikasi pembersih Android terbaik yang sudah kami ulas sebelumnya. Daftar aplikasi tersebut akan membantumu dalam memaksimalkan kinerja Android mulai dari menghapus junk file, cache, log, duplikat, history dan lain sebagainya.

18. Install Aplikasi Root yang Benar-benar dibutuhkan

Ada banyak aplikasi Root yang patut anda coba setelah melakukan Rooting Device. karena percuma kalau Android sudah di Root aplikasi nya Pasaran kan

Smartphone Android yang sudah diroot bisa dijejali banyak aplikasi keren. Setelah kami singgung di poin-poin sebelumnya, mari kita rangkum kembali daftarnya satu per satu (biar gampang)...
  • CWM / TWRP
  • RootExplorer
  • Titanium Backup
  • Uninstall Master
  • SQ Lite
  • Xposed Framework Installer
  • iFont
  • Unlock Bootloader
  • Custom ROM
  • Terminal Emulator
  • Viper4Android
Nah itulah hal-hal yang harus dilakukan setelah root Android. Artikel yang panjang ini semoga bisa membantumu untuk mengatasi kebingungan harus mau ngapain saja.

Good luck!
Open Comments