10+ Perbedaan ROM MIUI Global/China, Developer & Distributor

Ciri dan perbedaan ROM Global/China, Developer dan Distributor - Kita mungkin sudah cukup lama menggunakan smartphone. Tapi tidak sedikit dari kita yang masih bingung membedakan ROM MIUI Global/Cina, Developer atau Distributor.

Dengan memahami ciri-cirinya, kita tentu bisa mengidentifikasi apakah ROM kita abal-abal atau bukan.

Perbedaan ROM MIUI Global/China, Developer & Distributor pada Xiaomi

Sedikit Penjelasan Tentang MIUI

MIUI ini sebenarnya termasuk Custom ROM Android murni yang sering kita kenal dengan Android Open Source Project / AOSP. Atas dasar ini, AOSP kemudian dikembangkan oleh pengembang Xiaomi dengan menyempurnakan fitur-fitur di dalamnya. Tentunya, mereka mengubah AOSP yang simpel menjadi lebih kompleks, bertenaga dan lebih user friendly. Akhirnya, hasil project tersebut yang sering kita kenal dengan MIUI.

Seiring waktu berjalan, MIUI mempunyai beberapa jenis ROM. Sebut saja ROM Developer yang terdiri dari ROM Dev Global & ROM Dev China dan ROM Stable yang terdiri dari ROM China dan ROM Global.

Karena penggunanya semakin banyak, ternyata ada juga pihak yang memanfaatkan hal ini dengan memodifikasi ROM MIUI untuk kepentingan mereka. ROM MIUI akhirnya berubah namanya menjadi ROM Distributor atau sering juga disebut ROM Abal-abal.

Apa bedanya ROM resmi dengan ROM distributor? Mari kita bahas lebih lanjut mengenai ciri-ciri, perbedaan, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing ROM tersebut.

Cekidot!

Perbedaan ROM MIUI Global/China, Developer & Distributor


#1. ROM Stable (ROM Global & ROM China)


Pertama, ada ROM Stable. ROM jenis ini termasuk ROM resmi yang dibuat oleh developer. Biasanya, ROM Stable akan diperbarui secara berkala guna meningkatkan kualitas dan performanya.

Dengan pembaruan semacam ini, ROM Stable tentu menjadi lebih aman dan minim bug. Dalam ROM Stable, kita juga bisa mengenal dua varian yaitu ROM Global Stable dan ROM China Stable.

Apa bedanya?

ROM Global Stable punya kode “I” pada kode bentukannya. Varian ini juga punya banyak bahasa dunia, termasuk Bahasa Indonesia.

Versi dari ROM Stable ini hanya terdiri dari 4 digit angka seperti 8.1.2.0 (MAAMIDI).

Sedangkan untuk ROM China Stable, regionalnya saja yang berpengaruh. Artinya, ROM ini biasa digunakan pada ponsel Xiaomi yang ada di pasar China seperti Mi5C atau Mi4C.

Cara mengecek ROM Xiaomi Cina atau bukan, kita bisa melihat kode tengah. Bila terdapat huruf CN, maka ROM kita termasuk ROM versi China misalnya 8.2.3.0 (NXKCNEC)

ROM versi Cina ini umumnya bisa menggunakan  Bahasa China dan Bahasa Inggris. Proses untuk mengecek ROM resmi Xiaomi atau bukan, bisa kita ketahui di  en.miui.com/download.

Aplikasi yang Tersedia Secara Default


-    ROM ROM Resmi Internasional / Global Stable

Beberapa aplikasi pre-installed sudah tersedia di ROM jenis ini seperti G-mail, Maps, Google Hangouts, Play Music, Play Store dan aplikasi besutan Google yang lain. Biasanya, keyboard yang dipakai yaitu Google Keyboard atau Swiftkey Keyboard.

Karena sifatnya lebih universal untuk pengguna di seluruh dunia, aplikasi yang dibawa cukup standar dan tidak ada yang berbahasa China. Aplikasi bawaan selain besutan Google biasanya Mi Remote, MIUI Forum, Cuaca dan Keamanan.

-    ROM China Stable (ROM Resmi Versi China)

Karena diperuntukkan untuk pengguna China, ROM jenis ini membawakan program aplikasi yang lebih “rasa lokal”. Secara default, ROM ini tidak menghadirkan Google Play Store dan aplikasi Google lainnya. Pihak pengembang menggantinya dengan App Store / Mi Store Bahasa China. Beberapa aplikasi bawaan juga dihadirkan seperti Music, Video, Sosial Media yang menggunakan Bahasa China.

Intinya, serba Bahasa China ya guys!

Papan ketik yang biasa digunakan ROM Cina yaitu Google Pinyin Input, Sogou Keyboard for MIUI dan Baidu IME. Untuk versi MIUI 8 ke atas juga sudah tersedia keyboard Google untuk memudahkan penggunanya.

Stabilitas, Update dan Keamanan


Karena sama-sama termasuk ROM resmi developer, jelas ROM Global dan ROM China memiliki tingkat keamanan yang lebih terjamin. Untuk masalah stabilitas ROM dan pembaruan, keduanya tentu sudah sesuai dengan standar yang diinginkan developer.

Berbagai tahapan juga harus dilewati seperti uji coba beta selama beberapa waktu sebelum akhirnya dirilis. Biasanya, update juga dilakukan setiap sebulan atau beberapa bulan sekali guna meningkatkan kinerjanya.

ROM jenis ini amat cocok digunakan untuk pengguna standar yang tidak membutuhkan fitur-fitur berat.

Ciri-ciri ROM Stable

  • Dikembangkan oleh developer resmi MIUI
  • Lebih stabil kinerjanya
  • Update rutin, biasanya bulanan
  • Keamanannya sudah cukup baik
  • Cocok digunakan untuk pengguna biasa / standar

#2. ROM Developer (ROM Global & ROM China)


Pada dasarnya, ROM Developer juga dikembangkan oleh pengembang resmi MIUI. Bedanya, ROM jenis ini diperbarui lebih sering setiap seminggu sekali atau lebih. ROM jenis ini akan selalu menghadirkan fitur teranyar untuk setiap update namun masih rawan bug dan fitur yang kurang optimal.

Dalam hal ini, kita bisa menjumpai update ROM yang bagus dan jelek (banyak bug). Tingkat stabilitasnya juga agak kurang jika dibandingkan ROM Stable.

ROM Developer terdapat 2 versi yaitu Developer China dan Developer Global. Untuk versi ROM Developer, umumnya diawali dengan angka 6,7 atau 3,4 sampai 5 digit angka. Mengapa bisa begitu? Karena ROM jenis ini merupakan kombinasi dari “Tahun.Bulan.Tanggal”.

Kalau bingung, nih contoh simpelnya:
  • 8.2.6 » 2018 Februari 6
  • 6.5.3 » 2016 Mei 3
  • 7.1.29 » 2017 Januari 29
Kalau dilihat sekilas, ROM Developer memang masih mirip banget sama ROM Stable. Tapi sekali lagi, ROM Developer masih rentan bug dan kurang stabli meski menawarkan fitur-fitur terbaru.

Siapa yang cocok memakai ROM jenis ini? Tentu orang-orang yang berkecimpung di dunia koding Android seperti developer, analiyst dan orang-orang yang sangat antusias dalam hal ini.

Selain itu, ukurannya juga lebih besar karena ada paket tambahan yang berisi berbagai komponen yang sudah dikembangkan dari versi stablenya.

Ciri-ciri ROM Developer

  • Dikembangkan oleh developer resmi MIUI.
  • Kurang stabil kinerjanya dibanding ROM Stable.
  • Update rutin, biasanya mingguan bisa juga lebih lama.
  • Cocok digunakan untuk pengguna kelas enthusiast / developer.

#3. ROM Distributor (ROM Abal-Abal)


ROM Distributor sering juga disebut ROM Abal-abal oleh pengguna MIUI di Indonesia. Pada banyak kasus, ROM jenis ini adalah modifikasi dari ROM China agar mempunyai aplikasi besutan Google dan Bahasa Indonesia. Dengan begitu, pengguna akan merasakan sensasi menggunakan ROM Global padahal aslinya ROM China yang telah dimodifikasi.

Untuk mengecek ROM China caranya juga mudah. Kalau kita beli smartphone Xiaomi selain TAM/Erajaya dan Trikom, maka kemungkinan besar produk itu menggunakan ROM Abal-abal. Kebanyakan yang beredar di pasaran si seperti itu, baik itu online maupun offline sama saja.

Jadi kalau mau yang benar-benar ROM MIUI Global, belilah produk Xiaomi menggunakan jalur distribusi smartphone Xiaomi resmi seperti yang sudah kami sebutkan.

Ciri-ciri ROM Distributor lainnya yaitu harganya yang jauh lebih murah, bahkan pada beberapa kasus ditemukan produk yang harganya tidak masuk akal.

Lantas, Kenapa Distributor Memakai ROM Abal-Abal?


Ini alasannya menurut prediksi kami :
  • Smartphone masih tergolong baru dan belum punya ROM Global. Jadi belum ada aplikasi Google dan masih berbahasa China. Dengan alasan ini, pihak distributor mengubah ROM supaya ada aplikasi Google Playstore dan berbahasa Indonesia. Nah, cukup masuk akal kan?
  • Beberapa smartphone Xiaomi mungkin belum memenuhi syarat TKDN yang mengakibatkan jaringan 4G-nya dikunci oleh pihak Xiaomi. Kalau hal ini sampai terjadi, maka pengguna akan kecewa dan menimbulkan komplain dimana-mana. Maka dari itu, diubahlah ROM China menjadi ROM Abal-abal supaya jaringan 4G bisa digunakan.
  • Berhubung ROM MIUI masih sering update secara berkala, pihak distributor mengubahnya menjadi ROM Abal-abal supaya jarang update. Banyak juga yang memakai versi tertinggi bahkan di luar rilisan resmi dari MIUI.
  • Tindak kriminal dengan menyisipkan virus, malware, adware, spyware dan yang lainnya untuk mendapatkan informasi penting seperti nomor rekening dan data pribadi lainnya.

Ciri-ciri ROM Abal-Abal (ROM Distributor)


Kalau kamu pengin tahu ROM yang digunakan ROM Resmi atau Abal-abal, silakan simak beberapa ciri di bawah ini :

1. Digit Lebih dari 4


Ciri-ciri ROM Abal-Abal yang pertama bisa kita lihat dengan melihat digit angkanya. ROM Abal-abal biasanya lebih dari 4 digit bahkan ada juga yang sampai 6 atau 8 digit. Dengan melihat digit ini, ROM kita bisa diketahui asli atau bukan.

Contoh : 8.0.50.0 (LXKCNDG) ---> Abal-abal

Pada bagian belakang angka, ada kode LXKCNDG. Kode CN itu sebenarnya kode ROM China, jadi kalau kamu nemu kode itu sudah bisa dipastikan ROM-nya abal-abal.

Seperti yang sudah kita ketahui, ROM China itu tidak punya Google Play Store dan berbahasa China. Kalau ada Google Play Store dan ada Bahasa Indonesianya, maka ROM yang kita gunakan adalah abal-abal.

Meski begitu, versi ROM jenis ini dibuat semirip mungkin dengan yang asli bahkan terkadang ada yang menulisnya dengan 8.00.88 saja. Wajar kalau hal ini marak terjadi, karena bagaimanapun ‘mereka’ ingin mendapat untung.

Maka dari itu, kita harus benar-benar memerhatikan kode semacam ini untuk mengecek ROM Xiaomi asli atau palsu. Agar semakin paham, yuk simak pembahasan tentang kode ROM ini.

Cara Membedakan ROM MIUI Secara Mudah


MIUI Global 9.1 | Stable 9.1.8.0 (NCKMIEI)
  • Stable : artinya ROM ini merupakan versi dari Stable bukan Developer;
  • 9.1 : ini adalah MIUI 9 versi 9.1; N : ini adalah versi Androidnya, N untuk Nougat.
    • J = Jelly Bean / Android 4.1–4.3.1K = KitKat / Android 4.4–4.4.4, 4.4W–4.4W.2
    • L = Lollipop / Android 5.0–5.1.1
    • M = Marshmallow / Android 6.0–6.0.1
    • N = Nuogat / Android 7.0.x-7.1.2
    • O = Oreo / Android 8.0.xCK : Ini kode Device id menurut MIUI ROM, CK untuk Xiaomi Redmi 5A
  • MI : Tipe ROM-nya, MI itu tandanya ROM Global / Internasional. Kalau kodenya CN maka termasuk ROM China.
  • EI »  Ini kemungkinan kode Negara.
Informasi Kode ID menurut MIUI ROM
  • AA = Mi 5 /5Pro
  • AC = Mi Pad 2
  • AD = Mi Note 2
  • AG = Mi 5S
  • AH = Mi Mix
  • AI = Redmi 3 / 3 Pro / 3 Prime
  • AJ = Mi 4S
  • AL = Redmi 3S/X/ 3S Prime
  • AM = Redmi 4X
  • BC = Mi Max
  • BD = Mi Max Pro
  • BE = Redmi 4 Prime
  • BF = Redmi Note 4
  • BG = Mi 5S Plus
  • CA = Mi 6
  • CC = Redmi 4A
  • CE = Redmi 4
  • CF = Redmi Note 4X
  • CH = Mi Note 3
  • CI = Mi Pad 3
  • CJ = Mi 5c
  • CK = Redmi 5A
  • DB = Mi 5x
  • DD = Mi Max 2
  • DE = Mi Mix 2
  • DF = Redmi Note 5 A / Redmi Y1 Lite
  • DK = Redmi Note 5A Prime / Redmi Y1 Lite Prime
  • HB = Redmi 1
  • HC = Redmi 1S WCDMA / HM1SWC
  • HD = Redmi Note 3G
  • HF = Redmi 1S-3G / HM1STD
  • HH = Redmi 1S-4G / HM1SLTE
  • HI = Redmi Note 4G
  • HJ = Redmi 2/Prime
  • HK = Redmi Note Prime/Gucci
  • HM = Redmi Note 2/Prime
  • HN = Redmi Note 3
  • HO = Redmi Note 3 Pro
  • HP = Redmi 3 (dulu)
  • HQ = Redmi Pro
  • HR = Redmi Note 3 SE
  • MA = Mi 1 / Mi 1S
  • XA = Mi 2 / Mi 2S
  • XC = Mi 3-TD / nVidia
  • XD = Mi 3 / Mi 4
  • XE = Mi Note
  • XF = Mi Pad
  • XG = Mi 4 LTE-CT
  • XH = Mi Note Pro
  • XI = Mi 4i
  • XK = Mi 4c
Sampai sini sudah paham ya? Coba deh cek versi MIUI HP Xiaomi kamu. Masuk ke pengaturan > Tentang ponsel > Lihat versi MIUI-nya. Berdasarkan pengetahuan yang kamu dapatkan tadi, kamu bisa mengecek ROM MIUI asli atau palsu.

Selain mengecek jumlah digit dan kodenya, kamu juga bisa cek bentukannya. Semisal HP kamu Xiaomi Redmi 4X tapi kode bentukannya CK, maka kemungkinan besar ROM-nya abal-abal karena kode CK itu untuk smartphone Xiaomi Redmi 5A.

Aplikasi Yang Terpasang Default


Karena sudah diubah-ubah sejak awal, aplikasi bawaannya tentu berbeda dengan ROM Global. Secara default biasanya akan ada aplikasi aneh-aneh semacam Clean Master, UC News, DU Baterry Saver dan lain sebagainya.

Padahal aslinya aplikasi semacam itu harus didownload terlebih dahulu di Play Store. Pada beberapa kasus, aplikasi semacam ini juga tidak bisa dihapus karena sudah terpasang di ROM saat flashing ke smartphone.

Mungkin ada beberapa aplikasi yang bisa dihapus, tapi bisa saja aplikasi tersebut muncul lagi tanpa kita sadari.

Aplikasi besutan dari Google Cuma ada Play Store, aplikasi semacam Maps, Play Music, Google Keyboard, Hangout dan Gmail tidak terpasang. Kan sangat aneh?

Belum lagi, ada juga muncul pop-up dan notifikasi iklan yang entah darimana datangnya. Kan apa banget yaaa....

Update


Pembaruan ROM jenis ini tentu tidak meyakinkan. Bahkan mungkin tidak pernah update sama sekali kendati kita mengecek pembaruan sistem.

Kalaupun bisa update, kemungkinan besar gagal atau menjadi hilang Bahasa Indonesia, jaringan 4G dan berbagai aplikasi besutan Google.

Karenanya, banyak sekali kasus dimana ROM Distributor ini memakai versi SUPER TINGGI dimana melebihi versi MIUI yang rilis. Jadi nantinya tidak akan bisa update OTA dari pihak MIUI itu sendiri.

Stabilitas dan Keamanan


Namanya juga ROM Abal-abal, tingkat keamanan dan stabilitasnya tentu sangat kurang. Bahkan sangat mungkin disisipi virus, adware, spyware, bloatware, malware dan berbagai hal yang sifatnya merusak dan membahayakan. Wajar saja jika pengguna ROM Abal-abal sering disuguhi iklan atau pop-up aneh yang sangat mengganggu.

Karena berbagai program aneh semacam ini, smartphone Xiaomi bisa menjadi cepat panas, boros kuota dan boros pemakaian baterai. Hadeh!

Akan jauh lebih baik jika kita menggunakan ROM China saja ketimbang menggunakan ROM Distributor / Abal-abal. Dan yang lebih bagus lagi, pilih Xiaomi besutan TAM/Erajaya dan Trikom karena menggunakan ROM resmi dari pengembang MIUI dan tentunya jauh lebih user friendly.

Kesimpulan...


Singkatnya, ROM Global / China dan ROM Developer merupakan ROM resmi dari pihak MIUI. Sedangkan ROM Distributor merupakan ROM Abal-abal yang telah dimodifikasi oleh pihak lian.

Secara singkat, kita bisa mengecek ROM dengan melihat digit angka pada ROM serta kode di belakangnya.
  • ROM Stable terdiri dari 4 angka MIUI 9.1.3.0
  • ROM Developer terdiri dari 3 angka MIUI 9.1.0
  • ROM Abal-abal biasanya lebih dari digit angka yang telah ditentukan.
Nah, mungkin itu saja beberapa informasi mengenai ciri-ciri dan perbedaan ROM MIUI Global/China, Developer dan Distributor (Abal-abal).
Semoga bermanfaat yah!
Author Profile

About Fauzan Al Faris

Pria perjaka kelahiran 1999. Blasteran Jawa Sunda. Suka nulis dan internetan!

0 Responses

Posting Komentar

Yakin gak mau komentar?